INFO MERAUKE, 27 Oktober 2026 – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam (Pemuda Persis), Edwin Khadafi, menggelar diskusi kepemudaan bersama sejumlah perwakilan organisasi kemahasiswaan dan mahasiswa di Merauke, Papua Selatan, Selasa (27/10/2026).
Diskusi tersebut dihadiri Irwan selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Daniel selaku Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Merauke, Amrullah Aming selaku Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Musamus (BEM KM UNMUS), serta Musa selaku Wakil Menteri Luar Negeri BEM KM UNMUS. Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi dan bertukar gagasan mengenai tantangan kepemudaan serta persoalan pembangunan di Papua Selatan.
Dalam penyampaiannya, Edwin menjelaskan bahwa kunjungannya tidak hanya bertujuan membangun komunikasi dengan elemen pemuda dan mahasiswa, tetapi juga menyampaikan agenda kehadiran dan pelantikan Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (Persis) Papua Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, di Aula Kantor Bupati Merauke.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah masukan dari peserta diskusi, terutama mengenai kesenjangan sosial, pendidikan, kesehatan, dan krisis kepemudaan di Papua Selatan, menjadi perhatian yang perlu ditindaklanjuti bersama. Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan langkah awal membangun silaturahmi dan membuka peluang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan maupun mahasiswa.
Ketua HMI, Irwan, menyambut baik kehadiran Persis di Papua Selatan. Ia berharap agenda pelantikan dapat berlangsung dengan baik serta menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antarelemen pemuda demi kepentingan masyarakat. Ia juga menilai kolaborasi tersebut penting di tengah posisi strategis Papua Selatan dalam pembangunan nasional.
Sementara itu, Ketua GMKI Merauke, Daniel, menyampaikan apresiasi atas undangan dalam pertemuan tersebut. Ia menyoroti ketimpangan akses pendidikan dan ekonomi, khususnya di kampung-kampung pedalaman, yang menurutnya perlu mendapat perhatian bersama.
Presiden Mahasiswa BEM KM UNMUS, Amrullah Aming, berharap pertemuan lintas organisasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan silaturahmi semata. Ia mendorong agar komunikasi dan diskusi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga menghasilkan kolaborasi nyata antara organisasi kepemudaan dan mahasiswa.
Adapun Musa, Wakil Menteri Luar Negeri BEM KM UNMUS, menyambut baik rencana Persis dalam pembangunan yayasan dan sekolah sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan. Ia menyoroti persoalan di sejumlah kampung, ketika bangunan sekolah tersedia tetapi tenaga pengajar belum memadai, atau sebaliknya. Sebagai calon guru, ia menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan, terutama bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua Selatan.
Diskusi ini menjadi ruang bagi para peserta untuk menyampaikan pandangan dan masukan terkait persoalan sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta tantangan generasi muda. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi lintas organisasi yang berkelanjutan dan mendorong kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat Papua Selatan.
Menjelang Hari Sumpah Pemuda 2026, semangat silaturahmi dan kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dalam menjaga persatuan serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.











Komentar
Tuliskan Komentar Anda!