Bapak Hans Sogorom, Anggota DPRD Kabupaten Mappi dan Staf Ahli mendampingi perwakilan 19 kampung yang secara sepihak dirugikan oleh oknum pendamping kampung, melakukan laporan polisi di Distrik Haju, terkait pungli yang dilakukan oleh seorang oknum pendamping kampung atas nama Marta Delita Herman, yang mengkibatkan kerugian yg tidak sedikit bagi masyarakat asli papua di 19 kampung distrik haju dan kabupaten Mappi.
Bisa lihat apakah ini wajar uang perkampung di potong 70 juta untuk belanja printer 1, laptop 1, Pakaian linmas 5 pasang dan topi 5 buah ?
Saya mewakili masyarakat 19 kampung di distrik Haju telah melapor ke Polsek distrik haju degan barang bukti.
Sebab pelaku oknum pendamping dana desa tidak memberikan rincian pembelanjaan dengan dan RAB. SPP kepada kepala kampung/PJ.
Pendamping lokal desa (PLD) yang potong anggaran Rp.70.000
000 juta perkampung, Dengan harga satuan:
- printer dan laptop 35 juta.
- pakaian linmas 5 pasang dan topi 35 juta
- jumlah: 70 juta.
Kami Mohon kepada, masyarakat dan dinas terkait, serta bapak bupati kab. Mappi, bantu kami untuk bisa menyelamatkan masyarakat dari racun racun yang datang merusak masyarakat kita.
Setelah kami telusuri, ternyata ada kampung yang menyetor bukan 70 saja mereka setor ada yang 128.600 ribu dan ada yang 95 Juta, ada yang 118 Juta, berfariasi harga yang di potong dari dana kampung oleh oknum pendamping Atas nama Marta Delita Herman.
Mereka bawa uang masyarakat kurang lebih 2.600.000.000,
Ini daftar tiap kampung yang menyetor ke pendamping desa tersebut, sebanyak 19 kampung dan ternyata bukan kali ini saja sudah sering pungli di luar APBK kampung, dan APBK kling juga tidak pernah sampai di tangan kepala kampung, semua menjadi rahasia pendamping.
Internasional












Komentar
Tuliskan Komentar Anda!