MERAUKE – Aksi protes menggelitik sekaligus memprihatinkan terjadi di kawasan Jalan Blorep. Lantaran kesal jalanan yang rusak parah tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah setempat, warga sekitar memutuskan untuk menanam beberapa pohon pisang tepat di tengah lubang jalan yang menganga.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada malam hari, setidaknya ada dua batang pohon pisang yang tertanam kokoh di tengah jalan yang berlumpur. Tak hanya pohon pisang, warga juga meletakkan sejumlah ban bekas di sekitarnya sebagai penanda sekaligus bentuk protes atas kondisi infrastruktur yang kian memburuk.
Puncak Kekecewaan Warga
Aksi "berkebun" di tengah jalan ini bukan tanpa alasan. Menurut pengakuan warga setempat, kondisi lubang di Jalan Blorep sudah semakin dalam dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan turun atau pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.
"Kami sudah sangat kecewa. Lubangnya makin hari makin dalam, tapi seolah dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan. Ini adalah bentuk sindiran halus agar pihak terkait segera bangun dan melihat kondisi kami di sini," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Bahayakan Pengendara
Kondisi jalan yang dipenuhi tanah becek dan lubang besar tersebut memang sangat kontras dengan lampu penerangan jalan yang ada di kejauhan. Penanaman pohon pisang ini juga berfungsi sebagai "rambu peringatan darurat" bagi para pengendara agar tidak terperosok ke dalam lubang yang dalam.
Hingga berita ini diturunkan, pohon pisang tersebut masih berdiri tegak di tengah jalan. Masyarakat berharap aksi ini dapat menarik perhatian pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah konkret sebelum terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa..
???? Blorep, Merauke
???? Sumber: @412_blorep


















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!